Cynthia Venika - Top Leader Oriflame dan Founder Smart Club Indonesia, No.Hp : 0811998028 , Pin BB : 261B6C40 , Email : Info@CynthiaVenikaLioe.Com

 

Penularan Tifus

 

Penularan Tifus – Sebelum kita bahas mengenai bagaimana caranya penularan penyakit tifus ini, kita harus tahu dulu penyebab tifus. Penyebab Tifus adalah bakteri yang dikenal dengan nama salmonella thypi atau biasa disingkat dengan  S. Thypi yang menyebabkan penyakit akut berhubungan dengan demam dan gejala-gejala lainnya yang menyertai penyakit ini.

Penularan Tifus – Selain itu penyebab penyakit tipes juga dapat disebabkan oleh salmonella paratyphi, yaitu bakteri terkait yang biasanya menyebabkan penyakit yang tidak begitu parah. Bakteri S. Thypi biasanya berada dan bersumber di dalam air atau makanan yang dikontaminasi oleh si penderita tifus dan kemudian penyakit itu menyebar ke orang lain.

Penularan Tifus – Telah kita ketahui penyebaran penyakit tifus di berbagai negara pun sangat mudah untuk diidentifikasi. Negara-negara dengan tingkat sanitasi dan lingkungan yang buruk umumnya memiliki prevalensi penyebab penyakit tifus yang sangat tinggi. Sebaliknya, pada negara yang modern dengan tingkat sanitasi dan lingkungan yang bersih umumnya memiliki tingkat prevalensi penyebab penyakit tipes yang rendah. Oleh sebab itu, penting bagi sebuah Negara untuk membuat suatu sistem pengelolaan kebersihan dalam upaya menanggulangi penyebaran tifus.

Penularan Tifus – Lantas bagaimana cara penularannya? Sakit tifus tertular oleh karena seseorang menelan bakteri dalam makanan atau meminum minuman yang telah terkontaminasi. Pasien dengan penyakit akut dapat mencemari pasokan air di sekitarnya melalui tinja yang mengandung konsentrasi tinggi dari bakteri. Sekitar 3 sampai 5 persen pasien menjadi pembawa atau vektor bakteri setelah terjadi penyakit tifus akut.

Penularan Tifus – Beberapa pasien menderita penyakit yang sangat ringan yang berlangsung di mana mereka bisa menjadi pembawa bakteri jangka panjang. Bakteri berkembang biak di kantong empedu, saluran empedu, atau hati dan masuk ke usus. Bakteri penyebab tifus dapat bertahan selama berminggu-minggu dalam air atau limbah yang kering.

Penularan Tifus – Setelah menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi, bakteri salmonella menyerang usus kecil dan memasuki aliran darah sementara. Bakteri ini dibawa oleh sel darah putih ke hati, limpa, dan sumsum tulang. Bakteri kemudian masuk melalui sel-sel organ dan masuk kembali ke aliran darah. Ketika organism berada dalam darah, maka si penderita yang terinfeksi akan mengalami gejala-gejala, termasuk demam tifus.

Penularan Tifus – Bakteri penyakit tifus menyerang kantung empedu, sistem empedu, dan jaringan limfatik usus dan berkembang biak dalam jumlah tinggi pada lokasi tersebut. Bakteri masuk ke dalam saluran usus dan dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan klinis di laboratorium, bahkan tak jarang dokter melakukan hal tersebut dalam melakukan penegakan diagnosis yang tepat.

Penularan Tifus – Peningkatan penyakit tifus terjadi pada minggu ketiga dan keempat pada mereka tanpa komplikasi. Sekitar 10 persen penderita tifus memiliki gejala berulang atau kambuh setelah merasa lebih baik selama satu sampai dua minggu.

Penularan Tifus – Pada negara-negara maju yang memiliki kesejahteraan kesehatan yang cukup sangat menyarankan kepada masyarakatnya, jika ingin bepergian ke daerah endemik penyebab penyakit tifus untuk berkonsultasi dahulu dengan para profesional kesehatan bahkan mungkin diberikan vaksinasi terlebih dahulu untuk pencegahan terjadinya demam tifus. Hal tersebut masih sangat minim dilakukan oleh negara-negara berkembang, termasuk di Negara kita sendiri.

 

Salam Sukses Luar Biasa

 

Penularan Tifus

Penularan Tifus

 

Cynthia Venika - Top Leader Oriflame dan Founder Smart Club Indonesia, No.Hp : 0811998028 , Pin BB : 261B6C40, Email : Info@CynthiaVenikaLioe.Com

Leave a Reply